SNS AL_Hadi

Bersama berbagi pengalaman

Global warming

Di penghujung 2009, Presiden SBY membukukan setidaknya 2 catatan kecele. Pertama, tatkala dia memperingatkan bahwa Aksi Peringatan Hari Anti-korupsi 9/12 di Jakarta, ditunggangi motif politik yang ingin menggoyang istana dan menurunkannya dari kursi kepresidenan.

Terbukti kemudian, sinyalemen kepala negara tersebut tak lebih dari politik melankolis yang memang sudah menjadi pakem kepemimpinan SBY. Hantu revolusi atau coup d’etat 9/12 yang dikhawatirkan ternyata cuma pepesan kosong. Demonstrasi cukup besar berlangsung damai, meskipun mengepung bundaran HI dan istana. Memang, demo serupa di Makassar diwarnai aksi anarkhi perusakan aset umum dan bisnis. Tapi secara nasional, aksi demo jauh dari yang ditakutkan Presiden SBY.

‘’Karakter kepemimpinan Presiden SBY memang lebay. Seperti ketika ia mengadu ke publik bahwa dirinya hendak dijadikan sasaran pembunuhan dan digagalkan pelantikannya sebagai presiden periode 2009-2014. Sebelumnya, ketika berkonflik dengan Presiden Megawati, SBY juga memposisikan diri sebagai pejabat yang dizalimi dan disingkirkan,’’ tutur Amran Nasution, Direktur Instiute for Policy Studies, Jakarta.

Tak lama setelah mengumumkan kekhawatiran pada peringatan hari anti-korupsi tadi, Presiden SBY mengajak masyarakat untuk mewaspadai dan mengantisipasi global warming (pemanasan global). Fenomena alam ini dituding sebagai biang keladi bencana alam yang melanggani Indonesia seperti di seputar pergantian tahun masehi. Terutama banjir dan tanah longsor.

Global warming memang membuat es kutub mencair, sehingga Jakarta misalnya, 40% bagiannya berada di bawah permukaan air laut. Ditambah lagi buruknya tata kota, semisal pengadaan kanal banjir timur yang tidak kelar-kelar. Seolah harus menunggu Indonesia dijajah kembali oleh Belanda yang telah sukses membangun kanal banjir barat.

Yang tak diperhitungkan, bencana seperti banjir dan longsor, juga diundang oleh buruknya kelakuan manusia dalam memperoleh penghasilan.

Seperti dikatakan Nabi Muhammad SAW, ‘’Siapa yang mengumpulkan harta dengan jalan tidak benar, maka Allah akan memusnahkannya dengan banjir dan tanah longsor’’ (HR Al Baihaqi).

Misalnya, penghasilan atau pendapatan dari bisnis barang tidak halal, seperti rokok.

Sudah lama ormas Islam seperti Dewan Da’wah Islamiyah, mengharamkan rokok. MUI pun, meski dalam rumusan batasan yang masih sangat hati-hati, akhirnya tahun 2009 mengharamkan rokok.

Salah satu dalil pengharaman adalah firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang melarang manusia menjerumuskan diri dalam kehancuran (tahlukah). Rasulullah SAW pun sudah berwasiat, “Jangan membahayakan diri sendiri maupun orang lain” (HR Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas dan Ubadah).

Fatwa haramnya rokok turut menjawab tanya Taufiq Ismail dalam syair-nya ‘’Tuhan Sembilan Senti’’: Min fadhlik, ya ustadz/25 penyakit ada dalam khamr/Khamr diharamkan/15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi)/Daging khinzir diharamkan/4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok/Patutnya rokok diapakan?

Asap rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya, 43 di antaranya penyebab kanker. Zat racun dalam asap rokok juga bisa menimbulkan aneka penyakit lain termasuk gangguan kesuburan dan gangguan tumbuh kembang janin.

Akibat buruk rokok juga menerpa orang-orang di sekitar pengisapnya (perokok pasif). Penelitian menunjukkan, perokok pasif mengisap 75% asap sampingan, plus 10%-15% asap utama yang dibuang perokok.

Survei sosial ekonomi nasional tahun 2001 menunjukkan, 91,8% penduduk Indonesia merokok di tengah keluarganya. Akibatnya, 97,5 juta orang mengisap asap rokok di rumah. Dari jumlah itu, 43 juta di antaranya adalah bayi hingga anak-anak berusia 14 tahun.

Berdasarkan penelitian, 86% anak yang IQ-nya rendah adalah anak dari laki-laki perokok. Sedangkan 30% wanita yang terkena kanker payudara, suaminya perokok.

Rokok juga turut membolongi lapisan ozon. Inilah yang turut memicu global warming, selain polusi dari berbagai sumber polusi.

Ironisnya, tatkala Presiden SBY teriak-teriak soal global warming, orang terkaya di negerinya sendiri tidak lain adalah juragan produk penyumbang terjadinya pemanasan global.

Pada 3 Desember 2009, Majalah Forbes merilis Daftar 40 Orang Terkaya di Indonesia. Jawaranya adalah bos perusahaan rokok Grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, dengan kekayaan US$ 7 miliar. Mereka pun merangsek ke peringkat 430 dalam Daftar 731 Miliuner Dunia versi Forbes, yang tahun ini memuat tiga nama dari Indonesia.

Itu menunjukkan bahwa Indonesia surga perokok. Diperkirakan, konsumsi rokok Indonesia tiap tahun 199 miliar batang, dan berada di urutan ke-4 setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), serta Rusia (230 miliar).

Dalam kurun 2004-2008, produksi rokok Indonesia tiap tahun meningkat yaitu 194 miliar, 202 miliar, 220 miliar, 226 miliar dan 230 miliar batang. Laju peningkatan ini bahkan melebihi laju peningkatan jumlah penduduk.

Jumlah uang yang dibelanjakan penduduk Indonesia untuk tembakau/rokok 2,5 kali lipat dibandingkan biaya untuk pendidikan dan 3,2 kali lipat biaya kesehatan.

Dalam APBN Perubahan 2005 penerimaan cukai dipatok Rp 31,439 triliun atau 1,2% dari Produk Domestik Bruto. Angka ini lebih tinggi Rp 2,506 triliun atau 8,7% dari sasaran penerimaan cukai dalam APBN senilai Rp 28,933 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2004 Rp 29,172 triliun, maka sasaran penerimaan cukai tahun 2005 meningkat Rp 2,267 triliun atau 7,8%.

Ketagihan pada pendapatan cukai rokok, pemerintah dalam ‘‘Roadmap Industri Hasil Tembakau dan Kebijakan Cukai tahun 2007-2020″, menggenjot produksi rokok. Jika produksi pada 2007-2010 mencapai 240 miliar batang, maka akan dikebut sampai 260 miliar batang pada kurun 2015-2020 mendatang.

Yang paling diuntungkan dari bisnis rokok se-Indonesia tak lain adalah bos rokok kelas kakap.

Sebelum Bos Grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, menjadi orang terkaya Indonesia tahun ini, pada tahun 2006 Bos Gudang Garam dan Djarum juga masuk jajaran 746 orang paling kaya dunia. Dalam daftar yang dirilis Forbes pada 10 Maret 2006 tentang peringkat orang kaya pada semester I 2006, Bos Gudang Garam Rachman Halim berada dalam urutan 410 dengan kekayaan US$ 1,9 miliar. Sedangkan Bos Djarum, R Budi Hartono, di peringkat 428 dengan kekayaan US$ 1,8 miliar.

Philip Morris International, pada 2004 memborong saham Putera Sampoerna sebanyak 40% dengan nilai US$ 2 miliar atau Rp 18,6 Trilyun. Ini mengantarkan Putera Sampoerna sebagai orang terkaya peringkat ke-387 dari 500 orang terkaya di dunia menurut Majalah Forbes tahun 2005.

Tahun sebelumnya, dari bisnis rokok HM Sampoerna memperoleh pendapatan bersih Rp 15 Trilyun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang rokok. Dia dinobatkan sebagai orang kaya peringkat ke-13 dalam Southeast Asia’s 40 Richest 2004 versi majalah Forbes.

Kejayaan para juragan rokok, ditumbali oleh derita jutaan wong cilik. Survei sosial dan ekonomi nasional 1995 dan 2001 menunjukkan, persentase perokok di desa lebih tinggi dibanding di kota. Menurut survei Bappenas (1995) orang miskin mengalokasikan sampai 9% pendapatannya untuk rokok. Dana BLT (bantuan langsung tunai) yang memenangkan SBY dalam pilpres pun, 70% digunakan kaum miskin penerimanya untuk membeli rokok.

Nabi mengingatkan, berapapun besarnya penghasilan dari rokok, tidak layak dikagumi karena tidak membawa keberkahan hidup.

‘’Janganlah kamu mengagumi orang yang memperoleh harta dari yang haram. Sungguh, bila dia menafkahkannya atau bersedekah, tak akan diterima Allah; dan bila disimpan hartanya tak akan berkah. Bila tersisa pun hartanya akan menjadi bekal di neraka’’ (HR Abu Dawud).

Walau penguasa dan sebagian ummat bebal tak mau mengindahkan fatwa haramnya rokok, ulama tak boleh kecil hati. Ulama sejati, menurut Imam Nawawi, adalah yang memiliki keimanan yang kokoh, ketakwaan yang tinggi, jiwa yang istiqamah (konsisten terhadap kebenaran), dan tulus-ikhlas dalam mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan Dienullah
suara Islam

19 Desember 2009 - Posted by | Agama, hukum, islam | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: