SNS AL_Hadi

Bersama berbagi pengalaman

Cegah Pembajakan software dengan Open Source

Kerugian negara akibat aksi pembajakan berbagai produk piranti lunak ditaksir hingga mencapai US$ 3 juta. Bahkan Indonesia menjadi negara di posisi keempat sebagaia pembajak terbesar di dunia.

Sebuah teknologi bernama open source dinilai lebih menguntungkan dari aspek ekonomi. Pasalnya, dari perhitungan nilai perkiraan software non open source yang individu gunakan, open source masih lebih efisien.

Melihat keuntungan yang dapat diperoleh dengan pengembangan teknologi open source, diperlukan adanya sertifikasi kompetensi ahli telematika, termasuk ahli open source,
Ia melihat keuntungan dari sisi ekonomi pembeliann aplikasi software. Seperti aplikasi Windows Vista Ultimate yang dibanderol seharga Rp 3 juta, Office Professional Rp 4,3 juta, Adobe Photoshop CS3 Rp 5.993.000. Ada pula piranti ACDSee senilai Rp 500 ribu, CorelDRAW X3 Rp 3,7 juta, Photoshop Rp 7,2 juta, Adobe Premiere Rp 8,1 juta.

Jika semua aplikasi tersebut didownload total pengeluaran mencapai Rp 32 Juta. Biaya ini, lebih besar dari rata-rata pendapatan per kapita Penduduk RI pada tahun 2008 yaitu Rp 21,7 Juta.

Open source kemudian hadir sebagai teknologi alternatif dengan keunggulan yang dimiliki seperti lebih cepat menemukan dan memperbaiki kesalahan (bugs, error); kualitas hasil lebih terjamin; relatif lebih aman; penghematan biaya serta metode pengembangannya lebih mudah karena tinggal melanjutkan atau mengoreksi kreasi yang sudah dilakukan sebelumnya oleh orang lain.

Menurut penelitian, presentasi terbesar dari pengguna Open Source berasal dari rentang umur 10 – 25 tahun yaitu sebesar 70 %. Pengguna Open Source terbesar ialah para praktisi IT, disusul pelajar pada peringkat kedua sebanyak 15 %.

Dalam hal ini perlunya proses sertifikasi atau pengakuan terhadap kompetensi dalam open source. Pasalnya, pangsa penggunanya mulai banyak.

‘’Dengan adanya sertifikasi ini seorang yang bergelut dalam bidang telematika dipastikan memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang tentang standar profesi / kompetensi, standar pendidikan profesi, standar pelayanan, kode etik profesi, akuntabilitas profesi serta aspek hukum yang menyertai profesi ini,”

5 Januari 2010 - Posted by | komputer, posting, Uncategorized | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: