SNS AL_Hadi

Bersama berbagi pengalaman

kehilangan daya penciuman

Hati-hati bila daya penciuman Anda mulai berkurang. Sebuah penelitian pendahuluan dalam skala laboratorium menunjukkan, hilangnya penciuman dapat berfungsi sebagai indikator awal penyakit Alzheimer. Penelitian yang dilakukan dua pakar syaraf itu dipublikasikan di Journal of Neuroscience edisi Januari 2010.

Orang-orang dengan penyakit Alzheimer kehilangan sebagian besar memorinya. Mereka juga tidak peka bau. Dalam penelitian terbaru itu ditemukan adanya titik-titik hubungan langsung antara pembangunan plak amiloid – bagian di dalam otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer – dengan memburuknya indra penciuman.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan tikus sebagai sampelnya. Pertama, peneliti mengembangkan plak pada bagian dari otak tikus yang mengabdi pada indra penciuman. Saat diuji, tikus-tikus dengan plak menghabiskan waktu lebih banyak untuk membaui guna mengingat mereka. “Mereka menjadi sulit untuk membedakan bau,” ujar Daniel W Wesson, dari New York University School of Medicine yang melakukan penelitian bersama Nathan S Kline dari Institute for Psychiatric Research di Orangeburg, NY.

Padahal, tikus bukanlah binatang yang tidak peka bau. Penciuman mereka sangat sensitif terhadap bau sekecil apapun sejak usia tiga bulan (setara dengan remaja pada manusia). “Mengukur daya penciuman mungkin merupakan alternatif murah untuk diagnosis dini Alzheimer di masa mendatang,” harap Wesson tentang temuannya.

20 Januari 2010 - Posted by | posting, tip, Uncategorized | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: