SNS AL_Hadi

Bersama berbagi pengalaman

perlukah sumpah pocong para calon pejabat

untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan , Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengeluarkan kebijakan unik. Para calon bupati dan wali kota yang akan maju dalam pilkada melalui partai berlambang bintang sembilan itu, wajib melakukan sumpah pocong.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Timur Imam Nahrawi , Selasa (19/1/2010). “Ini merupakan mekanisme kultural disamping mekanisme struktural dari partai. Kalau mekanisme struktural ada fit and proper test, survei, dan lain lain,” ungkapnya.

Tujuan dilakukannya sumpah pocong, sambung Nahrawi, lantaran banyak calon bupati dan wali kota yang mengingkari komitmennya setelah terpilih. Dengan alasan konstelasi politik telah berubah, pejabat yang bersangkutan lupa dengan asalnya.

“Pengalaman ini tak hanya dialamui PKB saat mengusung calon tertentu. Tapi juga dialami partai-partai lain. Jadi tujuannya untuk mengingatkan agar para calon yang akan bertarung tidak lupa dengan komitmennya setelah terpilih. Baik komitmen terhadap partai maupun kepada konstituen,” ujarnya.

Ide menggelar sumpah pocong mucul dari sejumlah kiai di Jawa Timur. Mekanisme kultural ini dinilai efektif dalam mengontrol para kandidat kepala daerah terhadap janji-janji yang dilontarkan saat mencalonkan diri.

“Model sumpah pocong diambil karena bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat,”

20 Januari 2010 - Posted by | Agama, hukum, islam |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: