SNS AL_Hadi

Bersama berbagi pengalaman

antara selebritis dan kepemimpinan

pada tahun ini negara kita akan menyelenggaraka ratusan Pilkada yang akan terselenggara di nergeri ini, pada pesta demokrasi ini tentu banyak para pserta yang akan bersaing dengan cara sehat maupun dengan berbagai cara supaya kemenangan jatuh ketanganya, dalam perhelatan ini biaya yang dikeluarkan memang cukup besar, dengan pengeluaran yang cukup besar ini tentunya mereka berharap akan bisa meraup suara sebanding dengan berapa besar uang yang mereka keluarkan. pada pilkada tahun tahun ini saja banyak para selebritis yang maju untuk ikut meraup suara para pemilih lewat ketenaran yang disandangya, memang para selebritis yang maju rata rata sudah sangat familier dimata sebagian rakyat sekarang ini,
mengapa gelombang artis yang ingin meraih jabatan publik ini semakin besar..? memang maraknya artis untuk merambah jabatan publik ini seakan mereka menjelaskan bahwa saat ini untuk menjadi pejabat publik tidak perlu suatu proses berjenjang dari bawah keatas sperti masa masa lau, dulu kalau seseorang mau mencalonkan diri untuk menjadi pejabat minimal mereka harus berprestasi dahulu, atau setidaknya mereka punya pengalaman yang cukup, tapi sekarang apa kenyataanya ” sekarang asal tenar atau terkenal punya uang semua bisa mereka daptkan secara instan ” dan para artis mempunyai modal tersebut, apa ini menandakan bahwa perhelatan pilkada tak ubahnya pentas idola, dimana yang paling dikenal publik mereka yang bisa menang pada pilkada sekarang ini. alu bagaimana dengan nasib negara ini apabila negara dipenuhi oleh para artis yang maju dan bisa meraih kemenangan ..? jika para pemimpin kita terpilih secara instan.
kita juga menyadari pejabat publik merupakan hak setiap warga negara dalam negara demokrasi ini, hanya saja perlu kita ingat betapa strategisnya pejabat yang oleh para artis incar untuk didudukinya atau diraihnya., tentu kita semua menyadari betapa naifnya apabila kepentinga penduduk yang berjmlah ratusan juta ini dipercayakan pada pemimpin yang kita pilih secara instan atau urusan negara yang menyangkut seluruh rakyat di percayakan pada orang yang belu tentu memahami persoalan yeng mungkin mereka hadapi, atau sudah langkakah calon calon yang sudah memperjuangkan rakyat tapi mereka tak punya uang atau modal….. hanya kita yang bisa memilih dan memilah untuk kepentingan pilkada ini. sebagi akhir catatan semenjak pemilihan secara langsung banyak rakyat tidak menggunakan hak pilihnya alias golput, bukanya apa apa tapi bingung siapa sih yang patut jadi pemimpin kita. kalau pemimpin kita waktu pemilu aja sudah menghambur hamburkan uang demi meraih suara, lalu apa jadinya jika mereka terpilih, kemungkinan berapa tahun modal yang mereka keluarkan akan kembali…. terus hasilnya kita tahu….mungkin berbagai cara ditempuhnya demi kembalinya modal dan keuntunganya sehingga mereka lupa akan janji yang mereka.

4 Februari 2010 - Posted by | islam, mentri | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: