SNS AL_Hadi

Bersama berbagi pengalaman

dilema penegak hukum

penegak hukum banyak jenisnya, mulai dari polisi, sampai hakim yang menangani kasus, tapi bagaimana para penegak hukum di mata agama.
dalam agama selalu diajarkan untuk berbuat adil, jujur, dan selalu menjujung kebenaran bila tidak ingin mendapat dosa,
para penegak hukum dalam pandangan agama sangat dilematis, bisa di umpamakan kaki para penegak hukum ” satu kaki berada diatas neraka dan satu kaki berada di atas surga ”

kalau lebih berat yang berada diatas neraka maka, dipastikan bahwa para penegak hukum itu selalu mengikuti jejak syetan, kita sudah hafal betul sifat dari syetan yang dilaknat oleh Alloh, syetan selalu mengajak umat untuk menjadi pengikutnya dan menjadi budak dari syetan, sehingga berbagai cara dilakukan syetan supaya manusia menuruti kenhendak syetan yang mejeruskan kita dari jalan yang lurus.
kita juga mengetahui syetan menggoda kita dari empat penjuru, dari depan, dari kanan kita, dari kiri kita, dan dari belakang kita.

syetan menggoda kita dari depan :
kalau setiap manusia mempunyai tujuan hidupkita menjadikan dunia ini menjadi satu tujuan dalam menjalani hidup, sehingga kita menumpuk kekayaan dengan berbagai cara yang tidak diridhoi oleh Alloh, sehingga kita menghiraukan kanan kiri kita yang masih banyak orang yang masih dibawah garis kemiskinan.

syetan menggoda kita dari kanan :
kalau manusia sudah jauh dari berbuat kebajikan, sehingga kita tidak pernah menyantuni orang orang yang sangat membutuhka bantuan kita, kita hanya menumpuk numpuk harta sehingga timbul pepatah yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, kalau tangan kanan kita tidak pernah melakukan sedekah, zakat, dan membantu dengan tujuab mulia.

syetan mengoda dari kiri kita :
kalau manusia selalu mengikuti perintah atau bujukan syetan dan jauh dari perbuatan yang benar, sehingga manusia berbuat semaunya sendiri tanpa menghiraukan kesengsaraan orang lain.

syetan menggoda dari belakang kita:
setiap perbuatan kita sudah jauh dari perbuatan yang jauh dari sifat sifat yang mulia, sehingga manusia selalu mempunyai tujuan hidup yang jauh dari tuntunan agama, dan sudah tidak percaya lagi akan imbalan perbuatan yang sudah kita lakukan, sehingga menimbulkan sifat sifat yang dilaknat oleh Alloh.

dari uraian singkat diatas kita harus lebih waspada dalam melakukan perbuatan atau aktifitas kita sehari hari, sehingga kita bisa membedakan mana perbutan yang bisa menjerumuskan kita dari jalan yang benar, dan berjalan mengikuti syetan yang terlaknat.
kalau kita menjalankan aktifitas sehari hari kita mulai dengan membaca basmalah sehingga kita memohon agar perbuatan yang kita lakukan selalu diridhoi oleh Alloh SWT.

kembali ke para penegak hukum, jangan mentang mentang mengerti hukum sehingga berbagai cara dilakukan demi memenangkan klienya yang sudah membayar, dan lupa akan hasil perbuatan yang dilakukan didunia ini sehingga akan lupa balasan yang telah dilakukan, maka janganlah selalu memandang hukum dari siapa yang membayar tapi pandanglah hukum dari segi kebenaran yang hakiki baik dari segi agama dan dari segi hukum yang berlaku.
berlakulah adil dalam melakukan keputusan, jangan hanya mngambil keputusan atas permintaan yang jauh dari nilai nilai kebenaran.

” maaf ya kalau tulisanya ngacau………. cuma segini pengetahuanya yang jauh dari sempurna”

9 Februari 2010 - Posted by | Agama, hukum, islam |

1 Komentar »

  1. Sebenarnya pelaku kejahatan sudah tahu hukum yang ada. Hanya kadang berlindung di balik kelemahan sistem hukum yang mampu menjangkau kejahatan tersebut. Apalagi kalau pelaku kejahatan sudah bersekongkol dengan penegak hukumitu sendiri. Rusaklah sendi hukum. Memang penegak hukum bukan malaikat, namun seyogyanya selalu membersihkan diri dan menjaga moralitasnya, selalu berada dalam kontrol masyarakat dan Tuhannya. Sekalipun keadilan yang dihasilkan tidak maksimal yang penting adalah upaya yang dilakukan untuk menyingkap tabir kebenaran yang selalu diupayakan, sehingga keadilan milik siapa saja dan tidak hanya diperloeh kalangan tertentu. Justic for all.

    Komentar oleh Muhammad Julijanto | 9 Februari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: